sumber : http://goyangkarawang.com/2010/09/jakarta-tenggelam-ibukota-pindah-ke-karawang/
Jakarta akan tenggelam dan Ibukota akan dipindahkan itulah topik hangat yang sedang banyak dibahas akhir-akhir ini, di media massa, blog maupun jejaring sosial. Isu lama yang sejak dari dulu sudah diyakni bakal terjadi namun baru heboh setelah ada bukti (sepertinya memang harus diberi musibah baru benar-benar bereaksi) – ya, setelah sebuah kawasan (jalan) di Jakarta Utara longsor dan dirasuki air dibawahnya pasca lebaran kemarin.
Jakarta akan tenggelam? Tidak hanya Jakarta, bahkan menurut prediksi yang saya ketahui, Pulau Jawa pun terancam tenggelam, adapun 2 prediksi yang saya ketahui tentang ‘masa depan’ Jakarta dan Pulau Jawa ini antara lain sebagai berikut :
- RAMALAN JAYABAYA JAWA TENGGELAM – Ramalan Jayabaya tentang Pulau Jawa akan tenggelam (silahkan teman-teman searching di Google tentang Ramalan Jayabaya ini- Soekarno meyakini ramalan kuno Jayabaya ini, maka dari itu Soekarno sudah mempersiapkan Palangkaraya sebagai ibukota jika Jawa dan termasuk Jakarta tenggelam) – tanda-tanda itu sebenarnya sudah muncul dari luapan lumpur Lapindo dan reaksi gunung berapi baik didarat maupun di laut, maupun gempa bumi yang terjadi akhir-akhir ini.
- JAKARTA AKAN LULUH LANTAH OLEH PETIR – Prediksi ini diungkapkan seorang teman di Karawang, Ia mengatakan Jakarta bakal luluh lantah oleh petir. Kenapa petir? liat aja katanya, gedung-gedung tinggi sudah terlalu dekat dengan awan dan awan hitam banyak menaungi Jakarta (liat dari ilmu pasti). Petir itu akan menghantam gedung-gedung tinggi di Jakarta dan reruntuhan gedung tinggi itulah yang akan membuat kerusakan fatal. Tuhan akan membinasakan Jakarta dengan cara-Nya (mungkin tidak harus menunggu 2025 atau 2030), karena Jakarta adalah pusat kemaksiatan di negeri ini, pembangunan yang membabi buta, pemimpin yang dzolim, dsb.
2 prediksi diatas memang sulit diterima dengan akal sehat, saya pun tidak menjadikannya pegangan, tapi jika kita renungi dan tanggapi dengan logika yang sehat (tidak sinis) dan tetap mengedepankan keyakinan bahwa Allah lah yang punya kuasa atas masa depan, maka bisa jadi 2 prediksi itu memiliki peluang yang besar untuk benar-benar terjadi melihat situasi dan kondisi Jakarta saat ini begitupun Pulau Jawa.
Adalah evaluasi dan tindakan/upaya perbaikan dari sekarang yang harus dilakukan. Karena yakinlah bahwa Allah tidak akan merubah nasib sebuah kaum kecuali kaum itu sendiri berusaha merubahnya.
Ibukota Pindah ke Karawang
Wacana ini muncul karena Wagub Jawa Barat Dede yusuf merekomendasikan jika ibukota akan dipindahkan ke wilayah Jawa Barat maka Karawang yang ia rekomendasikan. Saya, sebagai putra daerah Karawang secara pribadi terang saja menolak jika ibu kota pindah ke Kabupaten Karawang, selain saya tahu betul Karawang tidak akan siap dan tidak stategis menjadi Ibukota Indonesia baik secara geografis maupun sosial budaya, juga karena jarak Karawang – Jakarta cukup dekat. Jadi memindahkan Ibukota Indonesia ke Karawang adalah bukan solusi tepat. Saya lebih setuju jika Ibu Kota pindah ke salah satu kota di Sulawesi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar